Seoul, 17 April 2025 — Di tengah simposium Global Breast Cancer Conference (GBCC) 2025 yang berlangsung di Grand Walkerhill, Seoul, Korea Selatan, telah dilakukanpenandatanganan nota kesepahaman antara Indonesian Society of Surgical Oncology (ISSO)/PERABOI dan Korean Breast Cancer Society (KBCS).
Penandatanganan ini dilakukan oleh dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, selaku SekretarisJenderal PERABOI yang mewakili Ketua Umum ISSO/PERABOI dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk, yang berhalangan hadir. Dari pihak Korea, MoU ditandatangani oleh Prof. Han Wonshik, selaku Ketua KBCS. Turut hadir menyaksikan prosesi tersebut 12 anggotadelegasi ISSO/PERABOI yang juga mengikuti seminar GBCC 2025.
Langkah Strategis Menuju Kolaborasi Regional
MoU ini bertujuan untuk membangun kerja sama strategis dalam bidang penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker payudara, melalui berbagai kegiatan bersama sepertikonferensi ilmiah, pelatihan jangka pendek dan panjang, serta pertukaran ilmu pengetahuandan teknologi kedokteran.
Dalam MoU tersebut disepakati bahwa:
Kedua pihak juga sepakat untuk berbagi sumber daya non-finansial seperti data penelitian, teknologi medis, dan materi kampanye edukasi. Adapun komitmen pendanaan akan diaturdalam perjanjian terpisah sesuai kebutuhan.
GBCC 2025 Highlight di Bali
Sebagai implementasi awal dari kerja sama ini, akan dilaksanakan GBCC 2025 Highlightpada 11–13 September 2025 di The Meru, Sanur, Bali, yang bertepatan dengan MuktamarPERABOI ke-13. Acara ini akan menjadi forum ilmiah bersama yang menghadirkan para pembicara dari ISSO dan KBCS untuk menyampaikan perkembangan terbaru dalampenanganan kanker payudara, khususnya bagi peserta dari Asia Tenggara yang tidak sempathadir di Seoul.
Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan posisi ISSO/PERABOI sebagai organisasibedah onkologi di Indonesia akan semakin dikenal dalam kancah regional dan internasional, serta memperluas jangkauan kolaborasi dalam misi penanggulangan kanker payudara secaraglobal.






