Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia secara resmi menjalin kerja sama internasional dengan Society of Surgical Oncology (SSO) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, di sela-sela penyelenggaraan Global Breast Cancer Conference 2026 di Grand Walkerhill, Seoul, Korea Selatan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua PP PERABOI, Dr. M. Yadi Permana, dan Chair of International Committee SSO, Dr. Gabrielle van Ramshorst. Acara ini turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal PERABOI, Dr. Abdul Rahman, anggota Dewan Pertimbangan PERABOI, Dr. Sonar Soni Panigoro, serta jajaran pengurus pusat PERABOI yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kerja sama ini menandai langkah strategis PERABOI dalam memperluas jejaring internasional, khususnya dengan SSO yang merupakan organisasi bedah onkologi tertua di dunia. SSO didirikan pada tahun 1940 di New York, Amerika Serikat, dengan nama awal James Ewing Society, dan kini berkembang menjadi sebuah organisasi global dengan lebih dari 3.900 anggota dari lebih dari 70 negara.
Sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik bedah onkologi, SSO memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan pendidikan, penelitian, serta peningkatan kualitas pelayanan kanker di tingkat global.
Melalui MoU ini, PERABOI dan SSO sepakat untuk menjalin kolaborasi dalam berbagai bidang, antara lain:
- Pertukaran staf senior (faculty exchange)
- International Career Development Exchange Program (ICDE) bagi anggota PERABOI untuk mengikuti pelatihan dan observership di rumah sakit di Amerika Serikat
- Kesempatan untuk anggota PERABOI tampil di forum ilmiah internasional SSO
- Kolaborasi program edukasi seperti webinar, workshop, maupun kegiatan ilmiah lainnya
- Akses untuk materi ilmiah “Best of SSO”
Melalui MoU ini, PERABOI berharap dapat semakin memperkuat kapasitas anggotanya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan juga praktik bedah onkologi. Kolaborasi ini juga membuka peluang lebih luas bagi pertukaran ilmu, pengalaman, serta peningkatan kompetensi dokter bedah onkologi Indonesia di kancah internasional.







